Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Mengembalikan jati diri bangsa...
Pertama kita tidak akan bisa melakukannya bila kita sendiri tidak mengerti jati diri bangsa ini sesungguhnya. Mungkin terdengar aneh, tapi ini merupakan hal yang memang terjadi di bangsa kita. Kita seperti sudah tidak mengerti seperti apa jati diri bangsa ini, pun setelah 64 tahun kita merdeka.

Bangsa ini seperti telah terlahir kembali, tapi dengan kondisi yang seperti kita tahu sendiri. Bangsa yang dulu selalu dianggap sebagai bangsa yang ramah, sopan dan santun sekarang berubah menjadi bangsa yang terkenal brutal bengis dan cap teroris sering mengarah ke bangsa ini.

Jati diri bangsa menurut saya bukan hanya pada bagaimana rakyat nya bersikap menghadapi sesuatu, baik itu masalah, perubahan, tantangan ataupun ujian. Melainkan suatu sikap umum bangsa yang memiliki ciri tersendiri, berbeda dan tentunya baik menurut pandangan norma dan agama. Bangsa ini masih banyak dipengaruhi oleh pemimpin dalam bersikap, pergantian pemimpin bangsa dapat kita rasakan selalu membawa bangsa pada jati diri yang berbeda.

Sebagai bangsa yang telah merdeka dari penjajahan, bangsa ini tentu telah memiliki landasan sebagai dasar berdirinya negara, dan dipayungi oleh hukum negara, ditata dengan perundangan yang telah dirumuskan dengan perjuangan tidak mudah. Kesemuanya itu bila kita rasakan saat ini seperti tidak dapat dirasakan pengaruhnya dalam suatu jaman dimana semua rakyat semakin pintar (pun dengan penjahatnya), demokrasi sedang dikibarkan setinggi-tingginya (juga tidak lupa korupsinya). Seakan semua ini menjadi tidak ada artinya dimana semua telah menjadi begitu kompleks dan bercampur-aduk.

Hal diatas masih diperparah lagi dengan adanya rong-rongan dari bangsa asing yang dengan santainya berlaku provokatif terhadap bangsa ini. Sikap bangsa ini pun sebenarnya bisa kita lihat, dan kita perbandingkan apa yang akan diperbuat bila negeri kita diperlakukan seperti itu sekali, dua kali, tiga kali..entah sampai berapa kali. Bangsa ini punya harga diri, dan punya hati nurani. Keduanya bisa bertentangan tatkala yang memilikinya terlalu berlama-lama dalam satu masalah yang sama dengan tanpa bersikap dengan tegas dan jelas.

Proses mengembalikan jati diri bangsa memang tidak mudah semudah bangsa ini menyeleggarakan Pemilu yang menghabiskan dana tidak sedikit dengan masalah yang bertumpuk. Menurut saya pribadi, prosesnya bisa dimulai dengan sebuah langkah tepat yaitu :
  • Perubahan perundang-undangan hukum sebagai bukti bahwa ini merupakan aturan bangsa yang merupakan tatanan sosial rakyat bangsa ini.
  • Penegakan supremasi hukum yang baru dan pembenahan aparat penegak hukum (tanpa terkecuali)
  • Pembudayaan rasa malu pada diri pemimpin.
  • Sadar diri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Sebagai rakyat biasa, berlaku sesuai norma dan agama serta menjunjung tinggi nilai hukum baru yang tegas saya rasa sudah merupakan satu langkah maju dalam upaya mengembalikan jati diri bangsa.

Dalam pelaksanaannya pastilah sangat banyak masalah yang menghambat, tetapi bilamana tidak ada langkah maju bisa dipastikan kita akan diam ditempat dan banhkan terlihat mundur karena bangsa lain telah maju beberapa langkah didepan kita. Semoga bangsa ini mendapatkan ridho dari yang maha Kuasa untuk bisa lebih baik dimasa yang akan datang agar jati diri bangsa yang dianggap telah hilang ini bisa kembali dan tertanam dimasing-masing sanubari rakyat dan pemimpin bangsa ini. Amiin..

0 comments